International Loss Control Institute (ILCI) telah mengidentifikasi 20
elemen program yang dipertimbangkan termasuk esensial untuk suksesnya upaya
pengendalian kerugian (loss).
Elemen program tersebut adalah:
Elemen Administratif (Administratif Elements)
II.1 Manual K3 (Prosedur dan Acuan) Sebuah manual K3 merupakan dasar dari efektifitas system manajemen K3. Tanpa prosedur dan acuan dasar, upaya pengendalian kerugian akan tidak terkoordinasi dan berjalan serampangan. Segala masalah yang timbul akan ditangani bilamana muncul, daripada penanganan yang berorientasi secara sistematik. Terdapat banyak macam cara yang berbeda bagaimana menyusun sebuah manual, tergantung kebutuhan. Kriteria yang penting dari sebuah manual adalah:
Komite K3 Jumlah komite K3 tergantung dari organisasi dan manajemen strukturnya. “Top-Down” otokratis organisasi akan memiliki sedikit komite. Sedangkan lainnya mungkin partisipatif dan konsensus dengan memiliki variasi tanggung jawab. Apa manfaat dari komite K3? Tujuan umum dari program K3 yang sistematis adalah mencegah kecelakaan. Untuk mencapai tujuan ini, sistem harus terarah pada target mencari dan mengendalikan bahaya. Manfaat penting dari komite dalam menemukan dan mengendalikan bahaya adalah: Pengalaman dan keahlian dapat terpadu. Keterpaduan ini bersama-sama dalam suatu urun rembug masalah akan menghasilkan pengembangan yang inovatif dan pemecahan masalah yang praktis.
Program koordinator K3 didisain untuk menyediakan dukungan dan bantuan kepada manajemen departemen. Posisi ini biasanya tugas paruh-waktu. Tugas seorang koordinator K3 adalah membantu manajer departemen untuk urusan administratif beberapa program, termasuk menentukan titik-titik lemah dari program dan membuat rekomendasi untuk penyempurnaannya. Petugas professional K3 harus bertemu secara rutin dengan semua koordinator untuk memberikan arahan dan pelatihan yang diperlukan. Koordinator K3 tidak mengambil alih fungsi pengawas lini depan dalam hal K3. Fungsi utama dari koordinator K3 ini adalah membantu manajer unit dalam hal administrasi program K3. Beberapa contoh tugas dan tanggung jawab koordinator K3:
Elemen pelatihan pada sistem ini biasanya diberikan oleh karyawan yang telah mendapatkan spesialis pelatihan sebagai instruktur. Banyak pelatihan yang wajib diikuti oleh karyawan berdasarkan peraturan dan perundangan. Berikut pelatihan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja:
Setelah pelatihan dilaksanakan, agar program pencegahan kerugian dapat sukses maka program harus memasukan program tambahan untuk meningkatkan minat dan motivasi dari pekerja, seperti misalnya:
Inspeksi K3 dilaksanakan oleh karyawan yang memiliki pengalaman dan tingkat kompetensi yang cukup untuk mengenali bahaya di tempat kerja dan memberikan solusi yang cukup untuk tindakan perbaikan atau kontrol. Frekuensi dan ruang lingkup inspeksi tergantung dari jenis dan tingkat bahaya yang mungkin timbul dan kompleksitas dari operasi. Inspeksi yang efektif harus mencakup tiga elemen penting: penugasan tanggung jawab, inspeksi yang menekankan pada inspeksi masalah internal, dan tindak lanjut tindakan perbaikan. II.5 Pengendalian Bahaya Bahaya potensial di tempat kerja harus dikenali dan dikendalikan dengan menetapkan prosedur dan menggunakan cara sebagai berikut:
II.6 Analisis Bahaya Pekerjaan Analisis bahaya pekerjaan sudah menjadi bagian dari program pencegahan kecelakaan. Analisis Bahaya Pekerjaan ini membantu pemahaman tentang bahaya yang mungkin ada di dalam suatu pekerjaan dan bagaimana mencegah agar tidak menyebabkan cedera dengan cara mengikuti langkah-langkah pencegahannya yang direkomendasikan. Analisis ini terdiri dari pengamatan langkah-langkah pekerjaan, apa bahayanya, dan bagaimana tindakan kontrolnya. Apa bahayanya menyangkut apa-apa saja tindakan yang mungkin dilakukan secara tidak benar oleh pekerja sehingga menyebabkan kecelakaan. Sedangkan bagaimana tindakan kontrolnya berkenaan dengan apa-apa saja yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut untuk mengendalikan bahaya. II.7 Pertemuan K3 Pertemuan K3 berfungsi untuk mendorong keterlibatan pekerja dalam penyusunan program dan penentuan kebijakan yang berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan kerja mereka. Pada pertemuan K3 kita mendapatkan komitmen dari pekerja bagaimana mencapai tujuan program secara selamat. Pertemuan K3 akan efektif bilamana topik yang dibicarakan menekankan pada pengendalian/kontrol praktek-praktek tidak aman yang beresiko tinggi, yang menyebabkan terjadinya cedera serius maupun kerusakan harta benda yang besar. II.8 Penyelidikan Kecelakaan Penyelidikan kecelakaan adalah proses penentuan oleh seorang atau lebih banyak orang yang memenuhi kualifikasi terhadap fakta dan latar belakang informasi yang siginifikan berkaitan terjadinya suatu kecelakaan, berdasarkan pernyataan yang diambil dari orang-orang yang terlibat, saksi-saki, pengamatan lapangan, pengamatan terhadap kendaraan dan permesinan atau peralatan. Program penyelidikan kecelakaan di dukung oleh prosedur tertulis mengenai Penyelidikan dan Pelaporan Kecelakaan. Di dalam prosedur tersebut secara minimum mencakup elemen-elemen berikut: Tujuan dan definisi
|
Senin, 09 April 2012
ELEMEN KUNCI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar